Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page


Rabu, 13 Juli 2022 / 14.00 wib
DELI SERDANG,  wartaonenews.com
Beberapa Kepala sekolah (kepsek) SD di Kecamatan Tanjung Morawa kabupaten Deli serdang mengaku resah akibat ulah oknum wartawan yang bersikap seolah menakuti-nakuti, diduga mencari-cari kesalahan pihak sekolah dengan data yang tak jelas,  modusnya membuat berita bernada miring tentang sekolah tersebut jika tidak menyediakan alokasi anggaran untuk kepentingannya, guna mendapatkan  keuntungan pribadi.

Setidaknya peristiwa ini dialami oleh pihak Sekolah Dasar (SD) swasta Deli Insani pimpinan Asvet Tarigan merangkap ketua K3S SD se kecamatan Tanjung Morawa. Disebutkan, pihak sekolah didatangi oknum mengaku wartawan dari media mingguan bersama seorang wanita yang juga diduga oknum wartawan. 

Mereka menanyakan sulitnya kepala sekolah dijumpai serta menyoalkan penggunaan anggaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). 

Kepsek Deli Insani Dr Asvet Tarigan MAP M.Si mengaku, saat itu dia menjelaskan dirinya bukan sulit ditemui di ruangan, namun memiliki kesibukan karena dia juga merupakan guru bidang study dan mengajar di kelas. Selain itu juga perannya sebagai kepala sekolah mengharuskannya mengikuti berbagai rapat terkait bidang pendidikan di dinas maupun Pemkab Deli serdang.

"Saya sudah jelaskan penggunaan dana BOS pihak sekolah sesuai juknis dimana laporan pertanggung jawaban diserahkan ke Dinas Pendidikan dan Inspektorat Deli Serdang. Tapi jawaban saya kurang diterima, bahkan diancam akan diberitakan ke koran,"jelas Asvet Tarigan, Selasa (12/7/2022).

Dia juga mengakui, oknum tersebut meminta 'sesuatu', namun karena permintaannya tak diluluskan, kepala sekolah pun diancam akan diberitakan dengan data yang diduga hanya asal-asalan dan terkesan mencari-cari kesalahan pihak sekolah. 

"Mereka datang ke sekolah saat kami sedang rapat internal penerimaan siswa baru. Bapak itu datang dengan temannya seorang wanita, mengaku wartawan surat kabar terbitan mingguan serta tunjukkan surat tugasnya dan berikan koran kepada saya. Dia mengatakan 'Kepsek payah kali dijumpai, berulang kali datang tak jumpa. Nanti ku laporkan ke Kabid dan kutulis ke koran'. Bapak itu marah-marah, saya jadi bingung. Ada rekan wartawan yang kebetulan bersama saya coba menengahi, malah dimarahi juga. Dibilang jangan ikut campur urusannya,"bilang Asvet.

Lanjutnya lagi, setelah oknum wartawan tersebut pergi, hadir lagi oknum wartawan lainnya yang bertujuan konfirmasi dan menunjukkan foto-foto salah satu sekolah dasar di Tanjung Morawa dengan kondisi jorok dan banyak daun berserakan di halaman sekolah.

"Oknum wartawan tersebut menemui saya selaku Ketua K3S sekolah dasar se kec. Tanjung Morawa karena kepala sekolah yang bersangkutan tak berhasil ditemui. Oknum tersebut menunjukkan berita sekolah yang jorok berikut foto gambar sekolah tersebut. Padahal mereka datang ke sekolah pada saat hari libur, petugas kebersihan sekolah tidak di tempat. Dalam foto, tampak guguran daun pohon berserak dibilang sekolah jorok," imbuh Asvet.

Merasa tak nyaman dengan sikap oknum wartawan tersebut, Asvet Tarigan akan menyampaikan persoalan ini ke Korwil Tanjung Morawa sebagai kordinator  sekolah untuk diteruskan ke pimpinan Disdik Deli Serdang serta ke pihak berwenang.

"Profesi wartawan merupakan profesi mulia yang menjadi mitra pemerintah dan masyarakat. Sebagai sosial kontrol dan membuat berita berimbang yang bertujuan untuk memajukan dunia pendidikan. Koreksi dan kritikannya membangun, bukan untuk menjatuhkan. Bila ada permasalahan silakan konfirmasi dahulu sebelum diberitakan dan bila sekolah ada kesalahan diberikan solusi dan saran bukan ditakut- takuti. Saya hanya berharap profesional lah dalam bekerja, 
dan memilki etika sesuai kode etik dan aturan yang ada,
kami tak bisa bekerja dengan baik jika ditakuti-takuti dengan hal-hal yang tak jelas,"kata Asvet Tarigan.(Syafi'i hrp/put)