Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page


MEDAN - WONews.com//. Kalangan DPRD Sumut mengingatkan Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) jangan "anak-tirikan" Sumut terkait pengalokasian anggaran pembangunan jalan nasional di daerah ini, guna menghindari "hancur-leburnya" sarana perhubungan di wilayah Sumut.

Hal itu disampaikan anggota Komisi D DPRD Sumut yang membidangi pembangunan, Viktor Silaen, dan anggota Komisi A membidangi pemerintahan Frans Dante Ginting, kepada wartawan, Rabu (21/12/2022), melalui telepon di Medan.

Pernyataan itu disampaikan Viktor dan Frans Dante menanggapi statemen Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, yang meminta jajaran Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Sumut segera memperbaiki sejumlah jalan nasional yang berlubang-lubang, karena sangat mengganggu pengguna jalan dan berdampak pada kemacetan.

Kapoldasu bahkan meminta BBPJN Sumut segera melakukan perbaikan atau menambal lubang-lubang di jalan nasional tersebut sebelum Operasi Lilin 2022 dimulai, guna menghindari kemacetan serta terganggunya masyarakat melakukan perayaan Natal dan tahun baru.

Menurut Viktor, kondisi jalan nasional di Sumut memang sudah benar-benar dalam keadaan darurat, sehingga Kapolda Sumut angkat bicara menanggapi situasi tersebut.

Untuk itu, Kepala BBPJN Wilayah Sumut harus cepat tanggap mengantisipasinya dengan melakukan perbaikan atau tambal sulam.

"Jika kita melihat ruas jalan nasional di seluruh provinsi di Indonesia, jalan nasional di Sumut merupakan jalan terparah kerusakannya. Hampir seluruhnya berlubang-lubang, sehingga sangat mengganggu pengguna jalan," kata Viktor Silaen.

Ditambahkan Frans Dante, jalan nasional terparah saat ini ditemukan di jalur nasional jurusan Medan-Berastagi persisnya di kawasan Desa Tiang Layar-Durin Simbelang, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deliserdang, yang saat ini kondisinya "hancur-lebur".

"Jalan menuju kawasan pariwisata Kota Berastagi itu, kondisinya sudah sangat parah, penuh dengan lubang, sangat tidak layak disebut jalan nasional. Sebab, kondisinya sudah sangat hancur, masyarakat merasa resah saat melintasinya," kata Frans Dante.

Akibat banyaknya lubang, ujar anggota Fraksi Partai Golkar ini, sejumlah kendaraan terperosok dan patah as (kendaraan jadi mogok), sehingga para pengguna jalan lainnya terpaksa mengurangi laju kendaraanya, sehingga menimbulkan kemacetan panjang dan jarak tempuh Medan-Berastagi mencapai 3 jam.

Begitu juga kondisi di jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Sabungan di Dusun Simandiangin, Desa Sabungan, Kecamatan Sungaikanan, Kabupaten Labusel, tambah Viktor, mengalami longsor dan terancam putus, akibat tergerus hujan deras, sangat membahayakan pengguna jalan.

"Ini sudah memasuki perayaan Natal dan menjelang Tahun Baru 2023, sebaiknya BBPJN Wilayah Sumut gerak cepat dan proaktif "menggedor" Menteri PUPR memperbesar anggaran perbaikan jalan nasional di Sumut, agar bisa menyaingi kondisi jalan dengan provinsi lain," tambah Viktor yang juga Sekretaris Fraksi Partai Golkar ini.(Arjun)