Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page


17 Oktober 2023
WartaOneNews.Com

Serdang Bedagai – Jelang pemilu Polres Serdang bedagai ( Sergai) mengelar upacara "Apel gelar pasukan Operasi Mantab Brata Toba 2023 – 2024 " Di Lapangan Polres Serdang Bedagai, Selasa, (17/10/2023) pagi. 

Kapolres Serdang Bedagai AKBP Oxy Yudha Pratesta, SIK bertindak sebagai pimpinan upacara "Apel gelar pasukan Operasi Mantab Brata Toba 2023-2024″ yang diikuti peserta upacara Pejabat Utama (PJU) dan Personil Polres Sergai, Personil TNI/Kodim O204 DS, Personil Pemerintah Kabupaten Sergai (BNPB, Dishub, Dinkes, SatPol PP). 

Pada Apel tersebut, Kapolres Serdang Bedagai AKBP Oxy Yudha Pratesta,SIK, memeriksa pasukan upacara, dan menyematkan tanda dimulai Operasi Mantab Brata Toba 2023 – 2024 kepada personil secara simbolis, selanjutnya dalam sambutannya membacakan amanat dari Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo.

Amanat Kapolri, Puji syukur kepada Allah SWT karena atas limpahan Rahmat dan karunia nya pada pagi ini kita masih diberikan kesehatan serta kekuatan untuk dapat melaksanakan apel gelar pasukan operasi Mantab Brata Toba 2023 – 2024 secara serentak. 

Apel gelar pasukan merupakan bentuk pengecekan akhir kesiapan personil maupun sarpras operasi Mantab Brata 2023-2024 sehingga pemilu 2024 diharapkan dapat terselenggara dengan aman dan lancar. 

Pemilu 2024 adalah pesta demokrasi terbesar yang akan menjadi bukti kematangan demokrasi Indonesia dan sekaligus menjadi titik penentuan masa depan bangsa kita. 

Melihat pentingnya hal tersebut, maka seluruh komponen bangsa tentunya harus berpartisipasi penuh guna menyukseskan pemilu 2024, terlebih lagi pemilu 2024 memiliki kompleksitas tersendiri karena dilaksanakan secara serentak rentang waktu yang berdekatan, wilayah yang luas Geografis yang beragam serta melibatkan jumlah pemilih yang besar. 

Guna mengamankan pemilu 2024 maka Polri didukung TNI, Kementerian, instansi terkait dan mitra kamtibmas lainnya menggelar Operasi Mantap Brata Tahun 2023 2024 operasi ini dilaksanakan selama 222 hari sejak 19 Oktober 2023 sampai dengan 20 Oktober 2024 yang diikuti oleh 261.695 Personil di seluruh Indonesia. 

Polri juga telah membentuk pola pengamanan sistem atau zonasi bagi personel korps Brimob Polri dan Dalmas Nusantara, Polri juga menyiapkan 2.000 Personel Brimob Power On Hand Kapolri serta 8.500 Personel Dalmas Nusantara yang siap di Mobilisasi kapanpun ke seluruh wilayah Indonesia. 

Polri juga menggelar operasi Nusantara Cooling System 2023 2024 untuk membangun narasi besar persatuan dan kesatuan serta kemajuan bangsa di atas kepentingan kelompok guna antisipasi polarisasi akibat Hoaks, isu sara, propaganda firehouse of falsehood dan blak Champaign yang dilengkapi dengan satgas anti Mony politics serta satgas pemilu damai. 

Sebagai pusat kendali koordinasi komunikasi dan informasi operasi ini didukung oleh command center ditingkat Mabes Polri sampai dengan Polda jajaran. 
Operasi Mantap Brata 2023 – 2024 tentunya diiringi dengan penguatan strategi komunikasi publik untuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.
 
Berdasarkan indeks kerawanan pemilu Bawaslu terdapat 5 provinsi dan 85 Kabupaten berkategori kerawanan tinggi bagi wilayah yang tergolong kerawanan tinggi dan sangat rawan segera lakukan langkah antisipasi dengan mempersiapkan sebaik mungkin.

Lakukan mapping potensi konflik sosial secara detail di wilayah masing masing dan selesaikan potensi konflik tersebut hingga ke akar masalah. 

Terkait bencana alam koordinasi dengan TNI, BNPB, BMKG, Basarnas dan stakeholder lainnya guna memetakan daerah rawan sehingga bencana dapat dimitigasi dan siapkan antisipasi bekerja sama dengan penyelenggara pemilu apabila terjadi bencana alam mempersiapkan fasilitas pencoblosan di lokasi pengungsian.
 
Terorisme juga harus menjadi perhatian serius, pada penyelenggaraan pemilu 2029 terdapat 6 aksi serangan teror dan ini tidak boleh terjadi di pemilu 2024 terlebih saat ini perang antara Hamas dengan militer Israel sedang bereskalasi hal ini dampak terhadap situasi di Indonesia. 
( Puput Oktora )