Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page


Minggu 23, july 2023  
WartaOneNews.Com//. 

MEDAN : Pesawat Garuda GA 3218 yang mengangkut sekira 359 jamaah asal Medan dan Madina, landing tepat pada pukul 10.55 WIB dan tiba di Asrama Haji Medan sekira pukul 13.00 WIB pada Minggu (23/7/23). Jamaah haji yang tergabung dalam Kloter 18 asal Medan dan Madina ini sudah meninggalkan hotel dan menuju Bandar Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz Madina usai subuh waktu setempat. Baru kemudian menunggu lebih kurang 10 jam lalu naik pesawat menuju Bandara Kuala Namu, Deli Serdang Sumatera Utara, Indonesia.

Kakanwil Kemenag Sumut, Ahmad Qosbi turut mengantarkan jamaah Kloter 18 menuju bus untuk berangkat ke Panyabungan, Madina.

"Di Bandara Madinah, kami para jamaah menunggu lama, sebab bolak-balek diinformasikan pesawat delay. Kasian jamaah para lansia, mereka nunggu lama. Uang riyal jamaah untuk beli makanan ada yang sudah habis. Kami di Kloter 18 saling bantu dan penuh kekeluagaan. Semua jamaah guyub dan kompak," ujar Reza Pahlevi Lubis bin H Muhammad Azhary Lubis, Petugas Haji Daerah (PHD) Kloter 18 kepada wartawan di Asrama Haji Medan.

Dikatakan, setelah seluruh jamaah naik pesawat sekira pukul 03.00 WAS, take off menuju Bandara Kuala Namu, Deli Serdang. Namun setelah 4 jam di udara pesawat yang mengangkut jamaah itu landing di kota Ahmadebat, India untuk mengisi bahan bakar dan perbaikan AC pesawat. "Selama pengisian bahan bakar kami menunggu di pesawat. AC tak nyala, hanya dua pintu pesawat depan dan belakang dibuka, suasana panas dirasakan semua jamaah," ujarnya. Setelah lebih kurang 3,5 jam di Bandara Ahmadebat India, pesawat kembali take off menuju Kuala Namu. "Di bandara Madinah kami menunggu 10 jam lalu terbang sampai ke Kuala Namu lebih kurang 12 jam baru sampai. Alhamdilillah kami semua sehat dan selamat," ujar Reza penuh haru.

Turut menyambut jamaah di Madinatul Hujaj Asrama Haji Medan, Kakanwil Kemenag Sumut, Ahmad Qosbi, Wakil Bupati Madina, Atika Utami Nasution, Kadis Kesehatan Sumut, Alwi Mujahit, Kakanmenag Madina, Kabag Kesra Madina Baharuddin, Direktur ALS, Chandra Lubis dan tamu lainnya.
Pembacaan doa dibawakan petugas TPIHI, Parmohonan TK Panyabungan bin TK Panyabungan.

Selanjutnya Wakil Bupati Madina Atika Utami Nasution mengatakan atas nama Pemkab Madina mengucapkan terima kasih kepada Kakanwil Kemenag Sumut dan jajaran, karena para petugas semuanya telah membantu keluarga kami selama proses haji. "Semoga Allah SWT membalasnya. Sudah sempurna tugas dan cita-cia Bapak Ibu sekalian yang menunggu selama belasan tahun untuk pergi haji. Ahlan wa sahlan kepada Bapa Ibu semua," ujarnya.

Sementara Kakanwil Kemenag Sumatera Utara, Ahmad Qosbi mengatakan Wabup Madina luar biasa. Sebab Ibu Wabup terus mendampingi jamaah mulai dari keberangkatan sampai kembali di Tanah Air. Kita juga kedatangan tamu kehormatan dari PO ALS, Chandra Lubis yang juga luar biasa. Yaitu memberi makan semua jamaah yang pulang dan para petugas maupun wartawan di Asrama Haji Medan.

"Istimewa Bapak Ibu jamaah haji Kloter 18, Selamat datang ahlan wa sahlan, kami paniitia selalu memberikan pelayanan yang terbaik. Dari mulai keberangkatan sampai pemulangan tempat kita kumpul di aula. Ini doa kita dikabulkan Allah. Bapak Ibu kelihatan senang, itu adalah ciri-ciri haji mabrur. Jamaah Medan dan Madina Kloter 18 apabila mau naik haji maka boleh mendaftar 10 tahun lagi yaitu pada 2033 dan berangkat pada 2050.

"Jadi haji ini kita jaga dan pelihara sebab tidak bisa setiap tahun ke Tanah Suci. Jaga haji ini supaya menjadi haji mabrur. Ciri-cirinya berubah total dari kelakuan selama ini, sebab kita sudah antar dosa ke Tanah Suci dan tiba di Tanah Air bagai bayi baru lahir. Sesampai di aula tampak senang dan tak ada masalah. Itu adalah tanda-tanda haji mabrur. Untuk kemudahan penjemputan kita izinkan satu jamaah 1 mobil masuk ke ring 1 menjemput jamaah.

"Terakhir kalau kami ada salah, kami mohon maaf, itulah upaya kami untuk memberikan pelayanan maksimal bagi bapak ibu para jamaah. "Untuk jamaah dari Madina selamat jalan dan selamat sampai kampung halaman, sehat sehat dan selamat berjumpa keluarga dalam keadaan senang dan bahagia," terang Qolbi. Syafii Harahap / Puput Oktora