Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page


Sabtu siang 12 Agustus 2023  
WartaOneNews.com//. 

Tahun 2001 anak melayu beladang dan dengan tangan saya ikut gerakan ngecor dan tarik kabel listrik guna membangun mesjid.

Dalam kesempatan itu Masyarakat Anak Melayu Deli itu, di support Almarhum Kol.Perkasa Alam dan Almarhum T.Nurdin,
Namun pada tahun 2006 terjadi pergolakan sehingga Anak Melayu terjepit dan tersudut Jumat siang 11/8/2023.

Dedi mengatakan dalam sejarah Perjuangan Orang Tua sejak tahun 70 an itulah perjuangan  diteruskan tetap, selanjutnya  Anak Melayu masuk di Tim B Plus.

Di tempat tersebut kawan kawan Anak melayu terusir di tanah leluhurnya sendiri secara fisik dilakukan pergolakan, namun mengubah perjuangan dengan cara mengganti rugikan,
Sebagai Pemegang Keluarga Melayu tidak henti terus  meneruskan perjuangan
Leluhurnya ujarnya, (11/8/23).

"Lanjutnya. kalimat elit telah mematahkan semangat perjuangan  sebagai Anak Melayu yang telah berjuang menuntut Pemulihan Hak Anak Melayu yang juga sudah mengganti rugi dilapangan ucap Dedi.

Kami sebagai Warga Negara Indonesia ( WNI ) dan selaku
Anak Melayu pinggiran ini terasa agak kurang pas.
Kami sangat mengutuk Tindakan Persekusi tersebut karena masih tak ada Penghormatan Atas Jerih Payah perjuangan warga anak melayu pinggiran tersebut "ungkapnya.

Kami berharap semoga Komandan aparat penegak hukum APH baik dari TNI dan kepolisian  dan Pimpinan ormas tersebut bisa lebih bijaksana terhadap Anak Melayu, yang telah puluhan tahun berjuang untuk Pemulihan Hak Anak Melayu Deli yang berada di lokasi  tanah tersebut jelas Dedi.

Dedi juga menambahkan  bisa selesai tanpa mengorbankan Anak melayu harapnya.

Saya Dedi warga jl. Manunggal Dusun II Desa Bandar Klippa Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang sebagai korban persekusi oknum Ormas tersebut, meminta keadilan supaya mereka/oknum ormas medan denai tersebut segera di tindak karena telah memakai cara preman mengusir kami secara keji dan tidak manusiawi tutupnya. ( Puput Oktora )