Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display


404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page


MEDAN -wonews.com//.  Muda, energik dan santun. Begitu keseharian Muhammad Ziad Ananta, Ketua Gerakan Mahasiswa (GEMA) MKGR Sumut. Tak lama lagi, kesibukan tokoh muda ini akan semakin menguras energinya, menyusul pleno KPU yang memastikan nama Nanta-demikian sapaan akrabnya- dipastikan terpilih sebagai anggota DPRD Sumut 2024-2029. 

Dari keterangan yang diperoleh wartawan, Selasa (12/3), Nanta berhasil mengungguli rekan separtainya di Golkar dengan meraih 21.117 suara. Dengan raihan itu, dipastikan pria berusia 36 tahun ini memantapkan keberadaan Partai Golkar memiliki wakilnya di daerah Serdangbedagai dan Tebingtinggi. 

"Selama satu periode ini anggota DPR kita kosong di Dapil IV itu, Alhamdulillah periode ini Nanta berhasil mengisi kekosongan itu dengan meraih suara terbanyak diantara Caleg-Caleg Partai Golkar yang ikut bertarung," ujar Sekretaris Partai Golkar Sumut Datok Ilhamsyah yang dihubungi wartawan. 

Data yang diperoleh wartawan, Muhammad Ziad Ananta adalah putra asli kelahiran Perbaungan 36 tahun silam. Lahir dari rahim wanita bernama Hj Zubaidah yang bersuamikan H Muhammad Ali, Nanta kecil menghabiskan masa sekolahnya di Kota Perbaungan. Sempat beberapa tahun mandah ke Pematangsiantar, Nanta lulus Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) di kota kelahirannya. 

Lelaki bertubuh tinggi besar itu kini tercatat sebagai mahasiswa doktoral di Universitas Sumatera Utara, dengan program studi pembangunan. Gemar berorganisasi, membuat Sekretaris Partai Golkar Sergai ini dikenal banyak kalangan sebagai tokoh muda. Keterkenalannya ini dengan segudang prestasi organisasi, diyakini salah satu faktor pendukung hingga dirinya lolos meraih kursi di DPRD Sumut.

>>> Caleg Doa Ibu 
  
Kemenangan Nanta, begitu ia akrab disapa, bukanlah sebuah pencapaian diri semata, melainkan adanya doa restu sang ibu yang selalu mendukung setiap langkah yang dijalaninya.

"Kemenangan saya tak lepas dari restu ibu. Jika ibu sudah restu, maka Allah pun akan turunkan restuNya," begitu ucapnya saat dihubungi wartawan.

Dalam masa kampanye, Nanta mendapat julukan 'Caleg Doa Ibu'. Sebab, hanya Nanta caleg yang berkampanye dengan memajang foto sang ibunda.
 
Julukan 'Caleg Doa Ibu' itu semakin akrab di telinga masyarakat. Sebab, selain dari mulut ke mulut, spanduk kampanyenya pun tersebar di ratusan titik. Tak heran julukan itu melekat kuat.
 
"Kalau itu membuat saya lebih dikenal masyarakat, maka tentu saja itu menjadi kebaikan untuk saya," sahutnya, sembari tersenyum, sembari mengaku kalau kemenangannya itu dedikasikan untuk sang ayah. 

Caleg nomor urut 3 ini pun tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Partai Golkar karena memberinya ruang untuk maju dalam konstestasi legislatif ini.

"Kepada Partai Golkar saya ucapkan terima kasih atas kesempatannya. Akan saya laksanakan tugas (sebagai anggota DPRD) sebaik-baiknya," sambungnya, seraya tak lupa pula mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah memilihnya pada 14 Februari lalu.(Arj)